Pendidikan

Proses Terjadinya Hujan

Pinterest LinkedIn Tumblr

Indonesia adalah negara tropis, hujan sudah menjadi kejadian yang sangat umum di negara kita. Namun pada kenyataannya, apa kamu mengetahui seperti apa proses terjadinya hujan? Ternyata, dibalik rintikan air hujan ada proses yang begitu rumit.

Hal ini tentu saja menarik untuk kita kupas bersama-sama.

Perlu diketahui, ternyata hujan ini merupakan salah satu tahapan dari siklus air yang ada di dalam bumi. Seperti air yang kita gunakan untuk minum dan keperluan sehari-hari, nah air tersebut tidak hanya diam pada satu tempat, melainkan berpindah-pindah ke tempat lainnya.

Contohnya seperti ini, kamu minum yang sumber airnya berasal dari pdam. Sebenarnya air tersebut sumbernya bukan dari pdam, melainkan dari mata air gunung yang keadaannya lebih tinggi dari tempat singgah kita.

Logikanya seperti ini, kalau air gunung terus didistribusikan ke bawah, lama-lama air tersebut akan habit. Namun pada kenyataannya, air gunung tidak akan pernah habis, dan sampai kini masih tetap ada walaupun air tersebut sering didistribusikan untuk keperluan manusia.

Kenapa ya bisa seperti itu? Ternyata air tersebut mengalami siklus yang membuat air danau dan laut dapat kembali lagi ke gunung melalui hujan dan kabut.

Siklus ini dikenal sebagai siklus air.

Berikut beberapa tahapan proses terjadinya hujan.

Evaporasi

Sederhananya, evaporasi ini merupakan penguapan air dari permukaan bumi. Terjadinya penguapan ini dikarenakan adanya sinar matahari yang memancar ke bumi/

Ketika terjadinya penguapan, air yang ada di permukaan danau atau laut bentuknya akan berubah menjadi uap. Dengan alami, uap air yang suhunya lebih tinggi akan bergerak naik ke atas sampai pada ketinggian tertentu.

Jadi syarat yang diperlukan pada tahap ini adalah, panasnya sinar matahari yang menerangi bumi beserta isinya. Nah perlu kamu ketahui, panas matahari ini mempunyai dua fungsi yang sangat penting, diantaranya seperti:

  1. Merubah air menjadi uap melewati proses pemanasan.
  2. Membuat air uap bergerak naik ke atas dengan memanfaatkan udara disekitar uap tersebut.

Kondensasi

Sederhananya, kondensasi adalah pengembunan yang merubah uapan air menjadi cair. Nah cairan tersebut tidak berbentuk seperti air pada umumnya, melainkan berbentuk kabut atau embun yang letaknya akan menagmbang di langit-langit.

Nah kumpulan dari embun ini kita sebut sebagai awan. Namun pertanyaannya seperti ini, kenapa uap air dapat mengalami pengembunan? Ada yang tau? Jadi seperti ini..

Itu akan terjadi ketika uap air berada di tingkatan suhu rendah, uap air pun akan turun dan bentuknya akan kembali menjadi cair. 

Nah untuk proses pengembunannya akan terjadi di langit, kok bisa? Karena semakin tinggi datarannya, maka sirkulasi udara pun akan semakin rendah. 

Sederhananya, sesudah mengalami evaporasi di ketinggian tertentu, maka uap tersebut akan masuk ke dalam tahap pendinginan yang merubah bentuknya menjadi air kembali.

Terbentuknya Hujan

Setelah warna awan terlihat abu-abu yang menutupi pantulan sinar matahari, titik-titik air pada awan tersebut akan semakin berat, sehingga kondisinya tidak bisa dibendung lagi. Al hasil, air tersebut akan jatuh ke bumi yang istilahnya sering disebut sebagai hujan.

Jadi bagi yang belum mengetahui seperti apa proses terjadinya air hujan yang membasahi bumi beserta isinya, penjelasan di atas merupakan proses terjadinya hujan. Mulai dari tahapan A-B-C sampai terbentuknya hujan.

Mungkin sekian, semoga dengan adanya artikel ini bisa bermanfaat dan tentunya dapat menambah wawasan juga untuk teman-teman yang membaca.

Write A Comment