Bisnis

Pengertian Peternakan dan Jenisnya

Pinterest LinkedIn Tumblr

Peternakan adalah suatu kegiatan dalam mengembangbiakkan atau membudidayakan hewan ternak untuk diambil hasil dan manfaat-nya dari kegiatan tersebut.

Sehingga pengertian peternakan tidak hanya terbatas dari kegiatan pemeliharaan saja, sebab antara pemeliharaan dan peternakan memiliki tujuan yang berbeda. Tujuan dari peternakan adalah mencari keuntungan dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen dan faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal.

Perbedaan ini akan terlihat jelas di kalangan masyarakat, dimana banyak yang memelihara hewan ternak namun bukan termasuk dalam usaha peternakan.
Kegiatan dibidang peternakan dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu peternakan hewan besar seperti sapi, kerbau, kuda, dan lainnya, serta peternakan hewan kecil seperti ayam, kelinci, itik, babi, kambing, dan lainnya.

Budidaya hewan ternak sudah ada sejalan dengan perkembangan peradaban masyarakat itu sendiri. Peternakan sudah ada diperkirakan sejak 13.000 SM yaitu dengan dimulainya kegiatan domestikasi anjing, kambing, dan domba.

Sejak itu, perkembangan semakin berkembang pada masa Neolitikum, yaitu masa dimana manusia mulai menetap dalam sebuah perkampungan. Pada masa ini pula domba dan kambing yang semula hanya diambil dagingnya, mulai dimanfaatkan juga hasil susu dan bulu atau wol-nya.

Setelah itu manusia mulai memelihara sapi dan kerbau untuk diambil kasil kulit dan hasil susunya serta memanfaatkan tenaganya untuk membajak tanah. Manusia juga mengembangkan peternakan kuda, babi, unta, dan lainnya.

Peternakan di era sekarang menjadi sebuah hal yang sangat kompleks. Hal-hal yang termasuk dalam kegiatan beternak dapat berupa pemberian makanan atau pemuliaan serta pengembangbiakan bibit unggul, pemeliharaan, penjagaan kesehatan, dan pemanfaatan hasil.

Secara lebih umum peternakan dapat dibagi menjadi peternakan intensif dan peternakan ekstensif, serta terdapat pula peternakan semi intensif yang menggabungkan keduanya. Dalam peternakan intensif, terutama peternakan pabrik atau modern, hewan dikandangkan dalam gedung berkepadatan tinggi, makanannya dibawa dari luar, hidupnya diatur agar memiliki produksi dan efisiensi tinggi.

Sementara pada peternakan ekstensif, hewan dibiarkan di alam terbuka untuk berkeliaran dan mencari makan sendiri, biasanya pada lahan yang luas serta dalam pengawasan agar tidak dimangsa oleh hewan karnivora. Ada pula peternakan semi intensif, yaitu kombinasi antara peternakan intensif dan ekstensif. Contohnya adalah peternakan keluarga yang hewannya berganti antara memakan dari alam dan pakan yang disiapkan oleh peternak.

Peternakan memiliki beragam jenisnya diantaranya yaitu peternakan potong, peternakan perah, peternakan unggas, budidaya perairan, dan peternakan serangga.

1. Peternakan potong

Peternakan potong bertujuan untuk menghasilkan daging, yang merupakan salah satu sumber utama protein di seluruh dunia. Sebab rata-rata 8% kebutuhan energi manusia berasal dari protein jenis hewan yang dimakan sesuai dengan profesi dan kebisaan setempat.

Sapi, kambing, domba, dan babi adalah hewan yang paling banyak diternakkan untuk diambil dagingnya. Di kawasan tertentu kuda, keledai, rusa, kerbau, llama, dan alpaca juga diternakkan untuk diambil dagingnya.

Sifat yang diinginkan dari hewan-hewan ternak potong adalah kesuburan, ketahanan, kecepatan tumbuh, kemudahan pemeliharaan, dan efisiensi konversi makanan atau tingginya hasil daging per pakan yang diberikan.

2. Peternakan perah

Semua jenis mamalia menghasilkan susu untuk anak-anaknya, namun salah satu hewan utama yang dijadikan sumber susu adalah sapi.

Selain itu di berbagai kawasan dunia susu juga bisa diambil dari kambing, domba, unta, kerbau, kuda, dan keledai. Hewan-hewan ternak perah ini sudah didomestikasi dari habitat liarnya sejak lama, sehingga telah mengalami banyak pemuliaan dan menghasilkan sifat-sifat seperti kesuburan, produktivitas susu, kejinakan, dan kemampuan hidup di kondisi setempat.

Bahkan dalam peternakan modern, pemuliaan ini memunculkan tipe sapi perah yang menghasilkan susu dalam jumlah sangat besar seperti ras sapi Holstein. Selain itu peternakan perah menjadi salah satu tanda peralihan dari sistem peternakan keluarga menuju peternakan besar.

3. Peternakan unggas

Hewan-hewan unggas seperti ayam, bebek, angsa, dan kalkun diternakkan untuk diambil daging dan telurnya. Ayam adalah salah satu peternakan unggas paling penting yang diambil telurnya.

Metode peternakan unggas pun bervariasi mulai dari sistem ekstensif, sistem semi-intensif, dan sistem intensif. Secara ekonomi, sistem intensif adalah metode yang paling produktif dan hemat tenaga kerja.

4. Budidaya perairan

Akuakultur atau Budidaya perairan dapat meliputi berbagai hewan air seperti ikan, udang, tiram, dan sebagainya, atau tumbuhan air misalnya alga dan rumput laut.

Budidaya ini melibatkan manusia dalam pembibitan, pemberian makanan, peningkatan produksi, perlindungan dari predator, dan lainnya. Dalam prakteknya budidaya perairan dapat dilakukan di air tawar atau air laut baik secara intensif atau ekstensif.

5. Peternakan serangga

Salah satu peternakan serangga yang paling umum adalah lebah untuk diambil madunya. Selain itu serangga yang juga diternakkan adalah ulat sutra untuk membuat benang sutera dari kepompongnya, dan lainnya.

Write A Comment