Pendidikan

Pakaian Adat Bali

Pinterest LinkedIn Tumblr

Tak hanya memberikan panorama alam yang sangat indah, Bali juga dikenal mempunyai berbagai pakaian adat yang mampu menarik perhatian para turis domestik dan mancanegara.

Pakaian adat Bali menampilkan beragam warna – warni yang sangat khas dengan filosofi yang bersumber dari ajaran Sang Hyang Widhi.

Sang Hyang Widhi merupakan dewa yang dipercaya bisa memberikan kedamaian, kegembiraan serta keteduhan untuk umat Hindu.

Tak hanya itu saja, pakaian adat Bali pun dibedakan untuk pria dan wanita.

Perbedaannya bisa dilihat dari model, bahan, bentuk, sampai aksesoris pelengkap pakaian adat tersebut.

Berikut ini adalah beberapa nama pakaian adat Bali lengkap dengan penjelasan fungsinya masing – masing, antara lain:

1. Baju Safari

Baju Safari merupakan pakaian yang dikenakan oleh pria Bali.

Sekilas pakaian adat ini nampak seperti kemeja pada umumnya, tetapi baju safari mempunyai kerah dengan dua saku yang berada di bagian kiri & kanan bawah.

Baju safari mempunyai filosofi kebersihan, sehingga didominasi oleh warna putih.

2. Kebaya Bali

Tak hanya budaya Jawa, kebaya pun ada pada tradisi pakaian adat Bali.

Kebaya Bali memiliki ciri berupa motif sederhana dengan penggunaan warna cerah.

Tak hanya itu, kebaya Bali juga dipadukan dengan selendang yang diikat menyerupai sabuk, kemudian pada lengan & bahu terdapat desain terbuka.

Kebaya Bali dikenakan ketika ada acara penting (hari raya, ritual keagamaan, pernikahan, dan lainnya).

3. Udeng

Udeng

Ikat kepala yang ada pada pakaian adat Bali disebut sebagai Udeng.

Ikat kepala ini dianggap istimewa serta dipakai waktu beribadah, namun ada juga yang hanya memakainya saja pada waktu biasa.

Udeng menjadi oakaian adat yang melekat pada pria Bali.

4. Kamen

Keman adalah kain tradisional yang dipakai untuk pakaian bawah orang Bali.

Kain itu dapat dipakai oleh pria & wanita, tetapi dengan cara yang berbeda.

Pemakaian kamen diikatkan secara melingkar pada pinggang dari sebelah kiri ke kanan apabila dikenakan oleh pria. Kemudian sedikit lipatan pada bagian depan dengan simpul tertentu.

Sementara pada wanita, kain kamen diikat lebih sederhana tanpa adanya simpul di bagian depan.

5. Sabuk Prada

Sabuk prada adalah sabuk untuk kain kamen.

Untuk wanita, sabuk ini mempunyai motif khas Bali dengan warna yang mencolok.

Sabuk prada sendiri mempunyai makna gambaran untuk melindungi tubuh wanita, khususnya rahim yang menjadi anugerah dari Tuhan.

Hal itujuga yang menjadi alasan pemakaian sabuk ini ditempatkan di bagian perut.

6. SanggulĀ  / Pusung

Pusung

Sanggul / Pusung yang dipakai oleh wanita Bali mempunyai beberapa macam, diantaranya seperti pusung gonjer & pusung kepupu.

Pusung gonjer merupakan sanggul yang biasanya dipakai wanita lajang / belum menikah.

Sementara pusung kepupu merupakan sanggul yang dikenakan oleh wanita berstatus janda.

7. Selendang

Selendang dipakai sebagai alat pengganti baju adat ketika melakukan ritual penyembahan atau sesajen (canang).

Biasanya, ritual ini bisa dijumpai dengan mudah di sudut Pulau Dewata.

Selendang ini memiliki makna tersendiri. Untuk mereka yang menjalankan ibadah, selendang memiliki makna sebagai pengikat diri dari tingkah laku / nafsu buruk, dan membatasi tubuh bagian atas & bawah.

Salah satu contoh pemakaian selendang Bali yaitu ketika kita akan memasuki wisata tempat suciĀ sebagai tanda menghormati adat serta budaya lokal.

8. Kemeja Putih

Kemeja putih sebetulnya bukan pakaian adat Bali, karena tidak ada aturan terkait baju tertentu, namun ketentuan yang diterapkan merupakan pakain yang bersifat normal dan rapi.

Salah satu contoh penggunaan kemeja putih adalah waktu persembahyangan.

Pemakaian warna putih sebagai simbol kesucian & kesakralan.

Write A Comment