Metode Belajar Membaca Alquran

Metode Belajar Membaca Alquran

Dalam belajar membaca Al Quran dengan baik, bisa dilakukan dengan melalui beberapa cara. Dalam prakteknya terdapat metode belajar membaca Al Quran yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi. Metode tersebut diciptakan untuk memudahkan dalam memahami bacaan Al Quran.

Metode yang digunakan saat ini, tidak terlepas dari metode turun temurun yang diajarkan pada zaman dahulu. Kreasi yang diciptakan oleh para guru ngaji, juga ikut andil dalam memperkenalkan aneka metode sebagai alat belajar membaca Al Quran dengan mudah.

Metode Belajar Membaca Al Quran

Hingga saat ini dikenal ada 5 jenis metode yang cukup populer dalam hal belajar membaca Al Quran. Metode-metode tersebut masih dipergunakan hingga saat ini oleh beberapa ustadz. Hal tersebut karena memang metode ini cukup mudah diterapkan dan diterima oleh para pemula.

  1. Metode Qiroati

Metode ini sudah cukup tua usianya. Pertama kali disusun pada tahun 1963 dengan 10 jilid buku panduan yang bisa digunakan. Penyusun metode ini yaitu K.H Dachlan Salim Zarkasyi. Metode ini muncul karena rasa prihatin atas pengajaran membaca Al Quran yang kurang tepat.

Beliau melihat teknik pembelajaran yang terkesan asal-asalan dan masih jauh dari kaidah ilmu tajwid. Ciri khas dari metode qiroati ini adalah punya standar yang ketat baik guru maupun santri. Guru yang boleh mengajar harus memiliki syahadah atau sertifikat.

Bagi para santri harus bisa melalui tingkatan-tingkatan yang ditentukan. Pada tahap ini terdapat 6 jilid buku panduan untuk santri, serta buku panduan tentang tajwid dan gharib atau bacaan yang langka dan sulit.

  1. Metode Iqra’

Mungkin diantara metode belajar membaca Al Quran yang ada, metode iqra’ ini yang paling terkenal serta tersebar luas di kalangan masyarakat. Orang yang berjasa menyusun metode ini adalah K.H. As’ad Humam, yang mulai mengenalkan metode iqra’ pada tahun 1988.

Pada dasarnya metode iqra’ adalah pengembangan dari metode qiroati. Pengembangan metode ini dilakukan di Yogyakarta hingga dikenal luas di masyarakat. Hingga saat ini metode ini masih digunakan mulai dari masyarakat umum, hingga instansi seperti sekolah dan lainnya.

Berbeda dengan metode qoriati yang telah lebih dulu muncul, buku panduan iqra’ ini lebih mudah untuk didapatkan. Metode iqra’ bebas dipasarkan secara umum dan dapat dibeli oleh siapapun. Para pengajar tidak memerlukan sertifikat khusus jika ingin menggunakan metode ini.

  1. Metode Yanbu’a

Para tokoh yang terlibat dalam perumusan metode ini adalah para Kyai Al Quran yang juga sebagai tokoh pengurus Pondok Tahfidh Yanbu’ul Quran. Selain itu, beberapa alumni yang tergabung dalam sebuah majelis bernama “Nuzulis Sakinah” juga ikut andil.

Metode ini mulai terbit pada tahun 2004 dengan 6 jilid buku materi utama, kemudian pegangan untuk pengajar, dan buku materi hafalan. Pada metode ini lebih ditekankan pada penggunaan Mushaf Rasm Usmani seperti yang digunakan di Timur Tengah.

Keistimewaan yang dimiliki oleh metode yanbu’a yaitu adanya sanad yang tersambung kepada antara ahli huffazh dan Al Quran dengan Kyai Arwani Kudus sebagai guru. Karena hubungan inilah, terdapat sanad keilmuan hingga kepada Nabi Muhammad SAW.

  1. Metode An-Nahdliyah

Penyusun metode ini adalah K.H. Munawir Kholid beserta rekan-rekannya. Penyusunan ini bermula dari keinginan beliau untuk membuat metode belajar membaca Al Quran yang cepat namun tetap memiliki ciri khas NU-nya.

Panitia yang dibentuk sebagai anggota tim terdiri dari Kyai Munawir Khalid, Kian Mu’in Arif, Kyai Manaf, Kyai Masruhan, Kyai Syamsu Dluha, dan Kyai Hamim. Dalam perjalanannya, metode ini pernah mengalami tidak kali pergantian nama.

  • Metode Cepat Baca Al Quran Ma’arif pada tahun 1985
  • Metode Cepat Baca Al Quran Ma’arif Qiroati
  • Metode Cepat Baca Al Quran Ma’arif An-Nahdliyah pada tahun 1991.

Metode An-Nahdliyah ini memiliki ciri khas dalam proses pengajarannya, yaitu dengan menggunakan tongkat. Tujuannya adalah untuk menjaga irama bacaan agar panjang pendeknya sesuai. Tongkat ini adalah tongkat khusus yang telah didoakan oleh para Kyai.

  1. Metode Tartili

Metode ini disusun oleh Ustaz Syamsul Arifin Al-Hafidz. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Darul Hidayah, Jember. Beliau juga merupakan koordinator qiroati se-Jawa dan Bali. Metode ini pertama kali disusun karena sulitnya mendapatkan buku pedoman Qiroati di Semarang.

Selain itu alasan lainnya adalah karena muncul pendapat beliau yang menilai bahwa metode qiroati yang lama, terasa membosankan dan cukup memakan waktu yang lama. Metode ini cukup singkat hanya dengan 4 jilid buku panduan saja.

Pertama kali metode ini dikenalkan pada tahun 2000 dan sudah langsung menyebar ke beberapa daerah di Indonesia. Metode tartili ini juga telah mendapatkan pengakuan dari LP Ma’arif NU Jawa Timur.

Belajar membaca Al Quran memang harus dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Beberapa metode belajar membaca Al Quran diatas, dapat diaplikasikan sesuai dengan ciri atau minat masing-masing. Lebih baik lagi meminta guru ngaji untuk membantu belajar membaca Al Quran dengan metode tersebut. Bisa belajar privat atau kelompok dengan menggunakan platform belajar mengaji online.