Pendidikan

Majas Personifikasi

Pinterest LinkedIn Tumblr

Majas merupakan salah satu materi yang ada dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Nah kali ini kita akan membahas mengenai salah satu majas yang sering digunakan dalam sebuah karya sastra, yaitu majas personifikasi. Tahukah kamu apa itu majas personifikasi? Simak penjelasannya berikut ini !

Pengertian Majas Personifikasi

Secara bahasa, majas personifikasi berasal dari kata “personifikasi” yang merupakan bagian dari bahasa Yunani kuno “prosopopoeia” yang berarti memanusiakan. Penggunaan majas ini sering kita temui dalam sebuah karya sastra seperti cerpen, puisi, novel dan lain sebagainya.

Jadi, majas personifikasi adalah gaya bahasa yang membandingkan benda mati seolah-olah hidup serta memiliki sifat-sifat seperti makhluk hidup layaknya manusia. 

Ada juga yang mengartikan bahwa majas personifikasi adalah majas yang memberikan sifat-sifat manusia pada benda mati sehingga membuat benda mati tersebut seolah-olah hidup atau bertingkah seperti manusia.

Majas ini termasuk dalam kategori majas perbandingan, sama seperti majas metafora dan majas hiperbola.

Ciri-Ciri Majas Personifikasi

Berikut adalah ciri-ciri dari majas personifikasi :

  1. Menggunakan pilihan kata untuk memberikan sifat manusia yang dikaitkan dengan benda mati. Contoh : bernyanyi, berlari, menari, berlari, atau bergoyang.
  2. Menggunakan gaya bahasa yang membandingkan antara benda mati atau hidup selain manusia (tumbuhan, hewan) seolah-olah berperilaku seperti manusia. Contoh : ombak berkejaran, rumput bergoyang, burung bernyanyi.
  3. Digunakan untuk menggambarkan sebuah situasi atau suasana dengan bayangan yang nyata. Contoh : semilir angin berhembus yang membelai rambut mendamaikan hati.

Contoh Majas Personifikasi

Agar kamu lebih paham mengenai majas personifikasi, simak contoh berikut ini !

Contoh 1

  1. Banjir tadi malam menyapu puluhan rumah warga di Jakarta.
  2. Bencana banjir kemarin menelan 20 korban jiwa.
  3. Ucapan Vika sangat menusuk hati hingga membuat aku terluka.
  4. Selembar uang dua ribu ini menyelamatkanku dari rasa lapar.
  5. Biarlah seluruh alam menertawaiku, aku akan tetap menunggu dia walau sampai kini belum ada kepastian.
  6. Sudah hampir lima jam pemadam kebakaran bertarung melawan api.
  7. Teriakan petir membuatku terkejut.
  8. Burung itu selalu bernyanyi di pagi hari.
  9. Topi ini menemaniku kemanapun aku pergi.
  10. Smartphone ini menjadi saksi proses menuju kesuksesanku.

Contoh 2

  1. Tanaman rambat itu melahap habis pagar samping rumah Andi.
  2. Karang besar itu menghalangi ombak yang berlarian menuju pantai.
  3. Terlihat awan mulai murung, pertanda hari ini akan turun hujan.
  4. Di daerah pegunungan, kabut tebal menyelimuti desa ketika pagi menjelang.
  5. Motor tua milik Joni mulai terbatuk-batuk ketika dipakai untuk perjalanan jauh.
  6. Pohon kelapa itu melambai-lambai kepada para nelayan untuk secepatnya menepi ke daratan.
  7. Siang ini matahari tengah bersembunyi dibalik awan.
  8. Bulan lalu Gunung Merapi memuntahkan lahar dari dalam tubuhnya.
  9. Tahun lalu Provinsi Riau dan Kalimantan diselimuti asap tebal karena kebakaran hutan.
  10. Aroma makanan itu menggoda lidah untuk segera dicicipi.

 Contoh 3

  1. Hati-hati, harta dapat membutakan banyak orang.
  2. Pemandangan diatas gunung memanjakan mata para pendaki.
  3. Sindi sedang melamun mendengarkan bisikan angin yang masuk ke telinga.
  4. Siang malam bayangan dirimu selalu mengusik.
  5. Langit ikut melindungi para pendemo kemarin.
  6. Suara kakek menyadarkanku dari dari lamunan panjang masa mudanya.
  7. Narkotika telah membunuh ribuan orang di Indonesia.
  8. Perahu itu melaju kencang membelah lautan.
  9. Hawa dingin di luar menahanku untuk agar tetap dirumah.
  10. Berhentilah merokok karena dapat membunuh orang-orang terdekatmu.

 Contoh 4

  1. Smartphone telah menghipnotis semua para penggunanya.
  2. Dompet ini mulai berbisik meminta untuk segera diisi.
  3. Matahari pagi muncul menyapa orang-orang yang tengah berangkat kerja.
  4. Pakaian di toko itu menggodaku untuk memilikinya.
  5. Cahaya matahari mengintip di balik jendela memaksaku untuk terbangun.
  6. Ucapan dari para ulama itu mampu meredam emosi para pendemo.
  7. Minggu kemarin seorang anak balita hilang diseret ombak.
  8. Informasi tentang kesuksesan Anton menghampiriku sangat cepat.
  9. Hari ini aku berharap pelangi muncul tersenyum padaku.
  10. Badai topan mengamuk dan menghancurkan rumah-rumah warga.

Itulah ulasan ringkas mengenai majas personifikasi. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi bahan referensi untuk kalian semua..

Write A Comment