Hobi

Cara Mencari Kutu Kucing

Pinterest LinkedIn Tumblr

Kutu memakan darah dari mamalia, karena manusia termasuk dalam kelompok mamalia, maka manusia juga sering menjadi target gigitan kutu kucing.

Kita harus cepat mengatasi hal ini apabila ada kutu di kucing kita.

Mencari kutu kucing ini merupakan salah satu tahapan cara menghilangkan kutu kucing, berikut hal yang bisa kamu lakukan:

Cara Mencari Kutu Kucing

1. Amankan kucing

Posisikan si kucing secara berdiri di atas seprai atau juga bisa di sarung bantal yang berwarna putih.

Sebab penggunaan kain putih akan memudahkan kalian dalam melihat adanya kutu maupun kotoran kutu.

Apabila kalian hendak memeluk si kucing pada pangkuan kalian waktu saat menyisirnya, lapisilah pangkuan kalian dengan kain terlebih dulu.

Kutu merupakan serangga yang tidak bersayap dan berwarna cokelat hitam dengan postur tubuhnya panjang sekitar 3 hingga 4 milimeter.

Kalian juga dapat menjumpai si kutu ini meloncat di tubuh ataupun rambut, pada saat kalian tengah menyisir bulu kucing.

2. Sisirlah bulu kucing

Menyisir bulu kucing dengan di awali dari ujung kepala sampai ekor dengan menggunakan sisir kutu.

Kemudian perisa bulunya serta lihatlah kulitnya pada waktu kalian tengah menyisir si kucing.

Perhatikan juga pada bagian belakang leher, pangkal ekor, serta pada bagian dalam kaki.

Sebab bagian tubuh tersebut merupakan tempat untuk persembunyian favorit si kutu.

Sisir kutu memang telah dibuat secara khusu untuk menjebak kutu di celah-celah sisir. Sisir ini biasanya dibuat serapat mungkin, sehingga para kutu tidak dapat kabur serta akan terbawa di sela-sela sisir.

3. Periksalah sisir kutu

Walaupun kalian tidak menjumpai adanya kutu yang tengah meloncat pada bulu si meong, kalian juga dapat menemukan kotorannya maupun telur si kutu yang nampak menyerupai garam dan juga merica.

Apabila kalian menjumpai adanya benda yang mencurigakan di bulu kucing, taruhlah di atas kertas yang basah.

Sebab, kotoran tersebut dapat mengandung darah, atau kotoran kutu akan berubah menjadi merah tua pada waktu basah.

Apabila kalian menjumpai adanya kotoran kutu tersebut, maka artinya kucing kalian terserang kutu.

4. Carilah kotoran kutu

Goyang-goyang kotoran yang ada pada sisir serta bulunya ke atas kain putih sehingga kalian dapat melihat titik-titik yang berwarna hitam.

Dalam membedakan antara kotoran biasa dengan feses kutu, maka teteskanlah sedikit air ke atas titik-titik hitam tersebut.

Apabila titik hitam itu berubah warna menjadi warna merah kecokelat-cokelatan ataupun berwarna oranye dengan lingkaran yang ada sekitarnya, apabila memang kotoran berubah seperti itu, itu artinya kotoran tersebut merupakan feses kutu.

Akan lebih mudah apabila si meong kalian diletakan di atas kain ataupun handuk yang berwarna putih pada waktu kalian menyisirnya.

5. Carilah pitak untuk mengetahui kerontokan bulu

Terdapat beberapa alasan kenapa si kutu berkaitan erat dengan kerontokan pada bulu kucing.

Sebab, bulu pada kucing dapat terjadi iritasi yang diakibatkan adanya aktivitas menggaruk terus-menerus yang dilakukan si kucing pada bulunya.

Sehingga si kucing akan mengalami kerontokan pada bulu bahkan ada yang sampai pitak.

Atau, kucing tersebut juga dapat terkena alergi kepada saliva kutu di mana akan membuat kulit si kucing mengalami iritasi. Serta akan membuatnya akan lebih sering menggaruk badannya.

Kucing kalian mungkin saja terkena kepada hal lain selain kutu.

Apabila kalian tidak menjumpai adanya kutu, namun si kucing masih terus saja menggaruk badannya, maka sebaiknya kalian bawa si kucing tersebut ke dokter hewan.

Tips

  • Pastikan kalian agar selalu memeriksa seluruh hewan peliharaan yang ada di dalam rumah kalian apabila kalia mengira jika semuanya telah terserang kutu.
  • Kutu merupakan alasan utama dari adanya penyakit kulit yang terjadi pada kucing serta biasanya paling mudah untuk didiagnosis dan juga diobati.
  • Apabila kalian tinggal di lingkungan yang mudah untuk terserang kutu, maka pastikan jika kalian memakai pengobatan dan juga pencegahan terhadap si kucing supaya mencegah adanya serangan kutu.
  • Pertimbangkan dalam menanyakan mengenai cara membasmi cacing pita terhadap kucing apabila si kucing terserang kutu kepada dokter hewan.
  • Tak hanya pada kotoran kutu, kalian juga dapat mencari telur kutu (yang berupa bintik putih) pada bulu kucing.
  • Apabila serangan berlangsung cukup parah, maka kalian perlu untuk menghubungi pembasmi kutu atau hama.

Perhatian

  • Apabila si meong kesayangan kalian terserang kutu, maka kalian juga akan berisiko terkena gigitan kutu.
  • Kutu dapat mengakibatkan anemia atau kekurangan darah, khusunya terhadap anak kucing serta bisa menyebarkan penyakit.
    Termasuk untuk penyakit sejenis tifus yakni “Rickettsia dan Bartonella. Kutu juga dapat menyebarkan cacing pita serta menimbulkan iritasi kulit.
  • Pupa kutu dapat tetap dorman dalam jangka waktu beberapa bulan. Sehingga, sangat penting untuk memakai obat anti kuting kepada si meong kesayangan kalian.
    Serta menjaga kebersihan rumah secara menyeluruh.
    Kalian juga wajib untuk mengelola berbagai area yang diyakini berpotensi untuk menjadi masalah, dengan cara menggunakan produk yang aman dipakai di dalam rumah untuk mencegah si kutu datang kembali.

Write A Comment