Pendidikan

Akhlak Tercela

Pinterest LinkedIn Tumblr

Assalamu’alaikum wr.wb

Bismillahirrahmanirrahim, Sahabat, ada beberapa perilaku tercela yang harus kita tahu agar kita bisa hindari dalam kehidupan sehari-hari diantaranya:

Israf dan Tabdzir

Israf merupakan bahasa arab yang artinya berlebih-lebihan dan bisa dikatakan sinonim dari kata tabdzir yang berarti sia-sia atau boros. Baik israf maupun tabdzir merupakan perbuatan haram yang timbul dari penyakit hati, yakni hati yang berkepribadian rendah.

Baca Juga contoh Akhlak Terpuji dan tercela di situs nyamankubro.com

Sifat boros tidak hanya berlaku pada harta, namun bisa juga pada waktu maupun tenaga. Perbuatan ini sangat tercela.Allah telah berfirman “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara syetan; dan syetan itu sangat ingkar pada Tuhannya.” Q.S Al-Isra;17;26-27

Namun demikian, ada sebagian ulama yang membedakan antara israf atau berlebihan dengan tabdzir atau pemborosan. Menurut pendapat pendapat ini, israf adalah membelanjakan harta kekayaan melebihi kebutuhan yang semestinya.

Sementara yang dimaksud dengan tabdzir adalah membelanjakan harta kekayaan bukan pada tempat yang layak. Apapun pengertian israf dan tabdzir yang jelas keduanya merupakan perbuatan yang sangat dicela dalam ajaran islam. betapa buruk celaan yang diberikan Allah Swt kepada orang-orang yang mempraktikan sikap israf maupun tabdzir.

Mereka di anggap sebagai saudara-saudara syetan, makluk Allah Swt yang tidak memiliki kebaikan sedikit pun.makluk yang pada setiap langkahnya hanya menabur keburukan. Maka pantaslah jika Allah tidak pernah mencintai orang-orang yang suka berlebih-lebihan.

Agar kebencian Allah tidak menghampiri kita maka hendaklah kita menerapkan konsep hemat yang merupakan lawan dari sifat boros atau berlebih-lebihan. Hemat tidak sama dengan kikir. Sebab yang dimaksud hemat adalah mampu menggunakan segala sesuatu yang ada secara wajar.

Ghibah

Ghibah artinya menggunjingkan keburukan orang lain. Perbuatan ini tergolong perbuatan tercela yang dilarang dalam islam. bahkan Allah Swt mengidentifikasikan ghibah sebagai sesuatu yang amat kotor dan menjijikan. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah telah bersabda “tahukah kalian apakah ghibah itu? Mereka menjawab “Allah dan Rasulnya lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “ghibah adalah menyebut keburukan saudaramu yang tak kau sukai”Rasulullah ditanya “Bagaimana halnya jika apa yang aku katakan memang terdapat pada suadaraku ?” beliau menjawab “jika apa yang kamu katakan benar terdapat pada suadaramu, maka engkau telah menggunjingnya dan jika tidak terdapat padanya maka engaku telah berdusta(fitnah)” (H.R MUSLIM).

Dari keterangan diatas dapat dipahami dengan jelas bahwa ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka jika hal itu disebutkan. Baik penyebutan tersebut soal jasmani, rohani, kondisi keagamaan, kekayaan, akhlaq, ataupun dalam bentuk yang lain.

Cara melakukannya pun bermacam-macam. Diantaranya dengan membeberkan aib atau menirukan gaya tingkah laku dan gerak tertentu dari orang yang digunjingnya.

Oleh karena itu, berangkat dari penjelasan itu hendaklah kita mulai dari diri kita sendiri untuk tidak melakukan praktik ghibah. Dan hendaklah kita juga terus mengingatkan kepada sesame kita untuk menghindari perbuatan tercela tersebut. 

Fitnah

Fitnah adalah kabar berita yang tidak benar kebenarannya yang ditujukan untuk menyudutkan seseorang atau sekelompok tertentu, tentu saja perbuatan fitnah sangatlah berbahaya. Karena pada pihak yang sama sekali tidak bersalah menjadi tertuduh dan dihakimi sebagai pihak yang benar-benar telah melakukan kesalahan.

Kemudaratan fitnah begitu besar, baik bagi kehidupan kita pribadi maupun sosial. Oleh karena itu islam sangat mengharamkan praktik ini. Bahkan perbuatan fitnah diibaratkan sebagai kejahatan yang melebihi upaya penghilangan nyawa manusia.

Marilah kita sebagai seorang muslim saling mengingatkan tentang apa saja yang perlu kita hindari dan perbuatan tercela jangan sampai kita lakukan. Wallahu’alam.,

Wassalamu’alikum wr.wb

Write A Comment